Ke Lima dan Kelima
6 Mei 2008
Bahasa Indonesia adalah hal yang menarik. Demikian pula bahasa Inggris, bahasa Arab, atau yang lainnya. Di dalamnya ada aturan-aturan yang harus diikuti. Ini tidak beda jauh dengan matematika atau fisika. Bila kita melanggarnya, jangan salahkan orang lain bila mereka tidak dapat atau keliru dalam memahami hal yang kita sampaikan.
Satu contoh kecil terpampang pada judul tulisan ini. Samakah makna “Ke Lima” dengan “Kelima”?
Tidak…
Apa perbedaan dua hal tersebut?
Perbedaannya, hal yang satu menunjuk tempat sedangkan hal lainnya menunjuk urutan.
Tempat
Untuk menunjuk tempat, kita memisahkan “ke” dari nama tempat yang kita maksudkan. Contohnya “ke Lima”, “ke Jakarta”, “ke kebun”, dan “ke dapur”.
Contoh pemakaiannya?
- Adi pergi ke sekolah. [benar]
- Adi pergi kesekolah. [ngawur]
- … go to school. [benar]
- … go toschool. [ngawur]
Urutan
Untuk menunjuk urutan atau tingkatan, kita melekatkan “ke” dengan suatu bilangan. Contohnya adalah “kelima”, “keenam”, “keseratus”, dan “kesejuta”.
Contoh pemakaiannya?
- Ia cucu kelima. [ya, benar]
- Ia cucu ke lima. [salah]
- He is my fifth grandchild. [ya, benar]
- He is my fif th grandchild. [salah]
—
Adi Nugroho @ axireaxi
Bagaimana cara menyunting komentar?
11 April 2008
Kegiatan utama saat ngeblog adalah membikin tulisan/artikel. Kegiatan ini kerap diiringi “jalan-jalan ke tetangga sebelah” alias blogwalking.
Saat menemukan artikel unik bin menarik, kadang kita tersentil untuk mengisi kotak komentar. Dan bila sang empu blog tertarik dengan komentar yang kita tuliskan, ia pun memberi tanggapan balasan atas komentar
kita.
Nah, cara seorang blogger (tukang ngeblog) membalas komentar bisa dibagi setidaknya menjadi dua. Pertama, menjawab dari kotak komentar yang bersih. Kedua, menyunting komentar.
Membalas komentar dengan cara kedua kerap dirasa lebih hangat. Personal. Keuntungan lain, diskusi menjadi gampang dirunut dan disimak.
Bagi sebagian pengguna WordPress.com mungkin bertanya-tanya. Bagaimana cara menyunting komentar? Apalagi saat ini mesin WordPress.com telah diperbarui. Akibatnya, sebagian para penggunanya pun agak kikuk memakainya. Boleh dikata, semua pengguna WordPress.com kembali menjadi newbie.
Ringkas cerita, berikut ini cara menyunting komentar …
- Login seperti biasa dari halaman http://AKUN_ANDA.wordpress.com/wp-login.php
- Masuk ke halaman ‘Komentar’
Pilih satu komentar yang akan disunting dengan cara mengklik nama sang-komentator
tunggu sejenak hingga tampil halaman seperti berikut
- masih di halaman yang sama, gulung layar ke bawah hingga bagian kotak Komentar seperti berikut
- Di bawah komentar yang telah dituliskan pengunjung, tuliskan balasan/penjelasan Anda. Ada baiknya balasan Anda di-’highlight’ (diblok menggunakan kursor tetikus), lalu klik tombol “b-quote”.Dengan cara itu, secara otomatis hal yang Anda tulis akan diapit oleh kode `blockquote’. Cara atau kode ini berguna untuk membedakan komentar asli yang dibikin pengunjung dengan tanggapan balasan yang Anda berikan.
- masih di halaman sama, klik tombol “Simpan”
… selesai..




Untuk sementara, hanya ini yang bisa saya tuliskan.
Selamat mencoba… (^_^)
—
- Adi Nugroho @ axireaxi





